-->

Profile

Iklan

 


Tagih Komitmen Presiden Prabowo, Penglingsir Puri Sejebag Bali Minta Bandara Bali Utara Segera Dibangun

Admin
Jumat, 02 Januari 2026, Januari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T07:36:29Z

 

Para Penglingsir Puri Sejebag Bali diterima Calon Presiden Prabowo Subianto, Jakarta 13 Februari 2024.

Buleleng, Bali — Menutup tahun 2025, para penglingsir puri di Bali kembali menyuarakan tuntutan moral kepada negara agar komitmen pembangunan Bandara Internasional Bali Utara segera direalisasikan. Mereka menilai proyek strategis tersebut bukan sekadar wacana pembangunan, melainkan janji resmi Presiden Prabowo Subianto yang telah dituangkan dalam dokumen negara.


Penglingsir Puri Agung Singaraja, AA Ngurah Ugrasena, mengingat kembali pertemuan para penglingsir yang berlangsung di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, pada pertengahan September 2025. Dalam pertemuan yang dihadiri penglingsir dari berbagai wilayah Bali itu, tersirat satu kegelisahan bersama: lamanya penantian masyarakat Bali Utara atas kepastian pembangunan bandara.


Sebanyak 13 penglingsir yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) sepakat menyampaikan pesan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto agar janji tersebut tidak kembali tertunda. Apalagi, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara telah tercantum secara jelas dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan lokasi di kawasan pesisir Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.




Ketua Harian P3SB yang juga Penglingsir Puri Agung Peliatan, Tjokorda Putra Nindya, menegaskan bahwa masyarakat adat Bali Utara tidak lagi membutuhkan diskursus baru. Menurutnya, kepastian waktu dan langkah konkret berupa peletakan batu pertama jauh lebih dibutuhkan agar tidak muncul keraguan publik terhadap keseriusan pemerintah.


Para penglingsir menekankan bahwa pembangunan bandara ini bukan proyek bermuatan politik, melainkan upaya pemerataan pembangunan Bali yang selama ini bertumpu di wilayah selatan. Ketimpangan tersebut, kata mereka, telah berdampak pada kesenjangan ekonomi, terbatasnya lapangan kerja di Bali Utara, serta tekanan lingkungan yang semakin berat di Bali Selatan.


Bandara Internasional Bali Utara juga dipandang sebagai solusi strategis untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru, mendorong pariwisata berbasis wilayah, sekaligus mengurangi kepadatan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kian mendekati batas kapasitas.


Terkait pembiayaan, para penglingsir menegaskan bahwa proyek ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Skema pendanaan sepenuhnya berasal dari investasi swasta, termasuk investor asing. Dengan model tersebut, pembangunan dinilai dapat berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu alokasi anggaran pemerintah.

AA Ngurah Ugrasena menyatakan, jika kesiapan investor dan regulasi telah tersedia, maka tidak ada alasan rasional untuk terus menunda pelaksanaan proyek. Ia menilai ketidakpastian justru berpotensi menggerus kepercayaan investor dan masyarakat.


Pandangan serupa disampaikan pengamat ekonomi Putu Suasta. Ia mengingatkan bahwa sinyal ketidakpastian kebijakan, terutama dari tingkat daerah, dapat menjadi hambatan serius bagi investasi berskala besar. Menurutnya, menghidupkan kembali wacana pemindahan lokasi pembangunan sama saja dengan mengabaikan proses panjang perencanaan yang telah dilakukan.


Para penglingsir juga mengingatkan bahwa dukungan Presiden Prabowo terhadap bandara Bali Utara telah disampaikan sejak sebelum menjabat sebagai presiden. Pada Februari 2024, Prabowo—saat itu masih menjabat Menteri Pertahanan—secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap pembangunan bandara baru di Bali Utara sebagai bagian dari solusi pemerataan pembangunan Pulau Bali.


Sementara itu, manajemen PT BIBU Panji Sakti selaku penggagas proyek menyatakan kesiapan penuh dari sisi teknis dan pendanaan. Perusahaan tersebut menyebut komitmen investor telah terikat dan target pengoperasian runway pertama diproyeksikan pada 2028.


Di akhir pernyataan, para penglingsir menegaskan bahwa seruan ini disampaikan bukan dengan tekanan politik, melainkan tanggung jawab moral sebagai penjaga keseimbangan sosial dan pembangunan Bali. 


Bagi masyarakat Bali Utara, bandara internasional bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan simbol keadilan pembangunan yang telah lama dinantikan untuk diwujudkan.


Editor - Ray

Komentar

Tampilkan

  • Tagih Komitmen Presiden Prabowo, Penglingsir Puri Sejebag Bali Minta Bandara Bali Utara Segera Dibangun
  • 0

Terkini

Topik Populer

Model & Fashion