![]() | ||
|
BADUNG – Tradisi tahunan Cengbeng (Cheng Beng/Qingming) di Perkuburan Tionghoa Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, berlangsung khidmat sekaligus semarak pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan yang digelar oleh Perkumpulan Suka Duka Sari Semadhi Carangsari ini tidak hanya menjadi momen ziarah leluhur, tetapi juga diperkaya dengan piodalan, hiburan, serta inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat.
Cengbeng merupakan tradisi masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur yang jatuh setiap 4 atau 5 April. Ritual ini identik dengan pembersihan makam, menabur bunga, membakar kertas sembahyang, serta memanjatkan doa sebagai wujud bakti (xiao). Selain itu, momen ini juga menjadi ajang berkumpul keluarga, terutama bagi para perantau.
Ketua Perkumpulan Suka Duka Sari Semadhi Carangsari, Nyoman Purna alias Tan Gwan Bie, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini bertepatan dengan piodalan di Konco Toa Pé Kong yang berada di area pemakaman.
“Perayaan Cengbeng kali ini bersamaan dengan piodalan di Konco Toa Pé Kong, sehingga suasananya lebih ramai dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada ritual keagamaan. Pada Sabtu (4/4/2026), masyarakat juga disuguhkan hiburan seperti penampilan Sengap, Kapuk, Panjul, hingga Yong Sagita, yang digelar di area pemakaman Tionghoa Carangsari.
Selain hiburan, panitia turut menghadirkan layanan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan mata, pengecekan tekanan darah, hingga uji coba alat kesehatan. Kegiatan ini didukung oleh PT Aiivision Internasional Indonesia bersama komunitas SN 126 Smart Network.
Komang Swarna, perwakilan komunitas, menjelaskan bahwa pihaknya memperkenalkan berbagai produk dalam empat kategori, yakni alat kesehatan, nutrisi, pupuk, dan perawatan kulit.
Sementara itu, leader Aiivision, Wayan Widana, memaparkan teknologi terapi gelombang terahertz (THz) yang diklaim mampu membantu meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki sel, serta meredakan nyeri.
“Teknologi ini tanpa radiasi dan diklaim tanpa efek samping, sehingga menjadi alternatif yang aman bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, produk tetes mata berbasis serum juga diperkenalkan sebagai inovasi perawatan mata. Produk ini mengandung sejumlah bahan seperti hyaluronic acid, lutein, niacinamide, hingga witch hazel yang disebut dapat membantu menjaga kesehatan mata, mengurangi iritasi, serta mencegah penuaan sel.
Salah satu warga yang mencoba, Ko Deni, mengaku merasakan manfaat setelah penggunaan.
“Setelah dipakai beberapa menit, mata terasa lebih jernih dan penglihatan lebih terang,” ungkapnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya undian berhadiah bagi peserta, mulai dari peralatan rumah tangga, sepeda, hingga motor listrik.
Perayaan Cengbeng di Carangsari tahun ini menjadi contoh bagaimana tradisi leluhur tetap lestari, sekaligus mampu beradaptasi dengan sentuhan modern melalui hiburan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Editor: Ray









