DENPASAR — Kursus Teologi Hindu Brahma Widya (KTH BW) Angkatan VII Tahun 2025–2026 resmi berakhir melalui prosesi samawartana yang digelar di Denpasar. Kegiatan ini menandai tuntasnya proses pendidikan selama sembilan bulan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Kursus Teologi Hindu Brahma Widya, Dewa Putu Andika Septiawan, S.H., menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memperdalam pemahaman teologi Hindu, tetapi juga membentuk kesiapan spiritual para peserta.
“Samawartana menjadi titik akhir dari proses pembelajaran sekaligus awal pengabdian. Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan beragama di masyarakat,” ujarnya.
Sejak dimulai pada 28 Juni 2025 dengan prosesi Sisya Upanayana di Padmasana PHDI Provinsi Bali, KTH BW dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pembelajaran tatap muka di Denpasar dan daring melalui platform digital. Metode ini memungkinkan peserta dari luar Bali, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara, turut mengikuti pendidikan.
Dari total 208 peserta yang terdaftar, sebanyak 195 orang dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas peserta tingkat Teologi Dasar, Kepemangkuan, dan Kepanditaan Dasar. Selama mengikuti kursus, peserta dibekali materi yang komprehensif, mulai dari Weda, Upanisad, Purana, hingga praktik keagamaan seperti nganteb dan pembuatan sarana upacara.
Rangkaian penutupan juga diisi dengan pelaksanaan pawintenan yang difasilitasi oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah Bali. Prosesi sakral ini dilaksanakan di Pura Agung Lokanatha, Denpasar, pada Hari Wraspati Kliwon, 24 April 2026.
Dalam pawintenan tersebut, peserta dinyatakan telah menjalani Pawintenan Ghanapati sebagai bentuk penyucian diri. Upacara dipuput oleh sejumlah sulinggih, antara lain Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda, Ida Rai Bujangga Putra Sara Sri Satya Jyoti, Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda, Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santhi Yoga, serta Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga.
Sertifikat pawintenan ditandatangani oleh Ketua PSN Korwil Bali bersama panitia sebagai bukti sah pelaksanaan upacara tersebut.
Andika mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, desa adat, serta sektor swasta yang turut membantu kelancaran kegiatan. Namun, ia juga menyoroti keterbatasan yang masih dihadapi, terutama terkait pendanaan operasional dan kondisi fasilitas.
“Selama ini pembiayaan masih mengandalkan swadaya peserta melalui punia. Ke depan kami berharap ada dukungan lebih dari pemerintah, baik untuk operasional maupun perbaikan gedung, agar kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak umat,” katanya.
![]() |
| Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda. |
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, KTH Brahma Widya telah meluluskan lebih dari 1.700 alumni. Program ini diharapkan terus menjadi wadah pendidikan keagamaan Hindu yang berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan memiliki kedalaman spiritual.
Editor - Ray










