-->

Profile

Iklan

 


Seminar PSN Denpasar Dalami Makna Dewa Yadnya, Angkat Filosofi Pemendakan dan Pedatengan

Admin
Minggu, 26 April 2026, April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-04-26T14:33:56Z

 

Penuhi ruang seminar dari Perwakilan se -Desa Adat Denpasar

DENPASAR – Pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai spiritual dalam tradisi Hindu kembali diperkuat melalui seminar bertajuk Upacara Dewa Yadnya, Pemendakan dan Pedatengan yang digelar oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kota Denpasar, Minggu (26/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Shanti Graha, Jalan PB Sudirman, Denpasar ini mengusung tema “Widya Sastra Parama Guna”, yang menegaskan pentingnya mempelajari sastra sebagai sumber kebijaksanaan dan pedoman hidup.




Seminar menghadirkan sejumlah tokoh spiritual dan akademisi Hindu, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda, Ida Bhagawan Agra Sagening, Komang Indra Wirawan, serta I Made Surada. Diskusi dipandu oleh I Wayan Dodi Arianta sebagai moderator.


Dalam forum tersebut, peserta diajak mengupas makna filosofis pemendakan dan pedatengan dalam rangkaian Dewa Yadnya, yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai praktik ritual semata.




Ketua PSN Kota Denpasar, Nyoman Yasantara, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertujuan menyeragamkan praktik keagamaan, melainkan memperkuat pemahaman berdasarkan lokacara dan desa dresta di masing-masing wilayah.


“Perbedaan dalam tata upacara, jenis sesajen, hingga tarian sakral merupakan kekayaan tradisi yang diwariskan leluhur dan patut dijaga,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberagaman tersebut tidak bertentangan dengan ajaran sastra, melainkan menjadi bagian dari dinamika intelektual spiritual dalam kehidupan masyarakat Hindu.


Sementara itu, Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda menjelaskan bahwa Dewa Yadnya merupakan wujud pendekatan manusia kepada Tuhan dalam konsep Nirguna menuju Saguna, yakni dari yang tidak berwujud menjadi dapat dipahami melalui simbol dan ritual.


“Melalui upacara, umat membangun jembatan spiritual agar dapat mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesuai dengan keterbatasan manusia,” jelasnya.




Ketua panitia, AA Ketut Adi Artha, menyebutkan kegiatan ini diikuti hampir 300 peserta yang berasal dari 36 desa adat di Kota Denpasar. Tingginya antusiasme peserta bahkan membuat kapasitas tempat tidak mencukupi.


“Awalnya kami menargetkan tiga perwakilan tiap desa adat, namun jumlah peserta yang hadir melampaui ekspektasi,” katanya.


Mayoritas peserta merupakan pemangku desa adat yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan upacara keagamaan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk memahami makna di balik setiap ritual, tidak hanya menjalankannya sebagai tradisi.


Seminar ini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan duniawi dan spiritual. Peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada aktivitas lahiriah, tetapi juga memperdalam dimensi batin melalui ajaran para Rsi dan leluhur.


Kegiatan yang terbuka untuk umum dengan sistem punia seikhlasnya ini diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami nilai filosofis dalam setiap pelaksanaan yadnya, sehingga tradisi tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern.


Editor - Ray

Komentar

Tampilkan

  • Seminar PSN Denpasar Dalami Makna Dewa Yadnya, Angkat Filosofi Pemendakan dan Pedatengan
  • 0

Terkini

Topik Populer

Model & Fashion