![]() |
| Program ini mengusung pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bekal awal dalam melakukan pertolongan pertama pada kondisi henti napas, henti jantung, maupun kasus tersedak. |
DENPASAR – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 4 Denpasar, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia sekolah tersebut diikuti oleh 18 siswa. Program ini mengusung pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bekal awal dalam melakukan pertolongan pertama pada kondisi henti napas, henti jantung, maupun kasus tersedak.
Dalam sesi praktik, siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik kompresi dada yang tepat, cara membuka jalan napas, serta langkah penanganan korban tersedak secara aman. Diskusi interaktif dan tanya jawab turut melengkapi kegiatan, sehingga peserta dapat memahami prosedur secara komprehensif dan aplikatif.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa satu tabung oksigen 1 m³, dua kotak P3K, dua nasal kanul, satu sungkup oksigen, dua oxycan, serta buku saku Bantuan Hidup Dasar. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat menunjang pertolongan pertama apabila terjadi keadaan darurat di sekolah.
Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa tidak hanya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya tanggap darurat di kalangan pelajar, sehingga siswa memiliki keterampilan dasar yang berpotensi menyelamatkan nyawa.
Editor - Ray








